Halo sahabat selamat datang di website jasaambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Konsumsi Vitamin Larut Lemak? Begini Anjurannya, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Halo, Pioners. Apakah Anda pernah atau sedang mengonsumsi suplemen makanan? Suplemen makanan adalah produk yang dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Salah satu jenis suplemen adalah vitamin yang banyak kita jumpai di apotek maupun di toko-toko lain.

Vitamin larut lemak dapat meningkatkan kualitas hidup. Contoh vitamin larut lemak adalah A, D, E, dan K yang biasa disebut ADEK. Khusus untuk vitamin K tidak dijual bebas seperti A, D, dan E. Biasanya vitamin K dapat ditemukan di rumah sakit. Namun, apakah Anda tahu bahwa mengonsumsi vitamin ini tidak boleh sembarangan. Penggunaan vitamin memang baik untuk kesehatan, tetapi bila berlebihan akan menimbulkan kerugian. Apa sajakah itu? Yuk, kita simak Anda Perlu Tahu kali ini!

Vitamin yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipervitaminosis. Penyakit ini disebabkan vitamin larut lemak yang menumpuk di jaringan tubuh karena jumlahnya yang berlebihan, sehingga vitamin menjadi racun di dalam tubuh. Gejala yang dialami dapat berupa mengantuk sampai sakit perut. Wah, jangan sampai ya, Anda mengalami hal tersebut.

Lalu, bagaimana cara mengonsumsi vitamin larut dalam lemak dengan benar? Untuk mengonsumsi vitamin ini, sebaiknya konsultasikan dahulu kepada dokter untuk menentukan seberapa banyak kebutuhan vitamin dalam tubuh Anda. Anda dapat meminum vitamin ini dengan anjuran diminum bersamaan dengan makanan ataupun setelah makan. Ketika Anda mengonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh atau minyak, seperti susu, mentega, telur, daging, dan lemak nabati ataupun hewani, maka vitamin ini akan lebih cepat diserap tubuh karena vitamin ini mudah larut dalam lemak. Di samping itu, mengonsumsi vitamin yang larut lemak bersaman dengan waktu makan akan mengurangi dan mencegah efek samping gangguan pencernaan.

Nah, begitulah anjuran mengonsumsi vitamin larut lemak, Pioners. Sekali lagi, vitamin ini akan menimbulkan efek baik bagi tubuh apabila digunakan secara baik dan benar. Jadi, perhatikan juga konsumsi vitamin harianmu, ya Pioners! Stay Healthy!

(Annisarq | Dhiya)

Sumber

Eleanor R, 1984, Nutrition, Principles, Issues, and Applications, McGraw-Hill Book Company, New        York.

Elango G, Ravi Kiran, Venkataraman S and Venkata Rao, 2015, Hipervitaminosis, International     Journal of Biomedical Research 2015; 6(03): 151-154. ISSN: 0976-9633,

Yogeswary S, Tjahya A, 2017, Nutrition, Bagian SMF Ilmu Anastesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah Denpasar.

Yudha P, Edy S, Dewi C, 2018, Implementasi Metode Dempster-Shafer untuk Diagnosa Defisiensi (Kekurangan) Vitamin pada Tubuh Manusia, Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-ISSN: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1194-1203.

Itulah tadi informasi mengenai Konsumsi Vitamin Larut Lemak? Begini Anjurannya dan sekianlah artikel dari kami jasaambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.